Lompat ke isi utama

Berita

MEMPERKUAT DEMOKRASI DI WILAYAH KEPULAUAN SERIBU

foto bersama

Jakarta, Bawaslu Kepulauan Seribu – pengawasan pemilu partisipatif haruslah dilakukan dengan mengajak organisasi masyarakat, pemuda serta mahasiswa/mahasiswi dalam perjalanannya. Untuk itu Bawaslu Kepulauan Seribu mengadakan pengawasan pemilu partisipatif dengan tema “meningkatkan peran organisasi Masyarakat, pemuda dan mahasiswa dalam pengawasan pemilu partisipatif” pada hari rabu (11/9/2024) di Jakarta. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah kabupaten administrasi kepulauan seribu, polres kepulauan seribu, dan organisasi masyarakat kepulauan seribu. Dalam kesempatan acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU dengan organisasi mahasiwa kepulauan seribu.

            H. Alawi (Asistem Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu) selaku perwakilan pemkab menyampaikan harapannya ke pemuda/pemudi kepulauan seribu untuk berperan aktif dalam pengawasan pemilu partisipatif. Tentunya dengan hadirnya peran pemuda kepulauan seribu diharapkan dapat menghasilkan pemilu yang adil dan jujur tambahnya. Beliau juga menyampaikan bahwasanya kegiatan yang mengundang masyarakat dapat memperkuat demokrasi di wilayah kepulauan seribu.

            Dalam penyampaian sambutan, Ahmad Fiqri (Anggota Bawaslu Kepulauan Seribu) menegaskan bahwa perbedaan pilihan itu hall umrah tapi sebagai warga kepulauan seribu tetap bersaudara. Menjelang tahapan masa kampanye, Bawaslu Kepulauan Seribu saat ini sedang gencar melakukan kegiatan pencegahan. Beliau juga menyampaikan bahwa ke depannya akan terus dilakukan yang kaitannya dengan pencegahan ke pulau-pulau yang ada di wilayah kepulauan seribu.

            Melakukan pengawasan pemilu partisipatif akan lebih mudah dilakukan apabila dilakukan Kerjasama dengan stakeholder yang ada, ucap Munandar Nugraha (Ketua Bawaslu DKI Jakarta). Tindakan pencegahan harus dilakukan secara massif agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima oleh masyarakat luas. Perlu dilakukan sosialisasi yang erat kaitannya dengan Tindakan pencegahan, sesuai slogan “cegah, awasi, tindak” tambahnya. Mengingat saat ini menjelang tahapan kampanye, perlu juga diberitahu kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu mengingat untuk tetap dapat bersikap/menunjukkan sikap netralnya. Menunjukkan ekspresi dukungan cukup dilakukan hanya di bilik suara tidak perlu dilakukan di muka umum, pungkasnya.

Penulis dan foto : divisi humas

Editor : divisi datin